Jumat, 25 November 2011

TUMBUHAN dalam LINGKUNGAN

Ringkasn pesentasi kelompok 2, tanggal 24 november 2011

"TUMBUHAN dalam LNGKUNGAN"
Presenter : Danang Putra dan Hasan Ibrahim
Moderator : Chico Pamal

Lingkungan merupakan tempat dimana makhluk hidup tinggal, menyesuaikan diri, dan saling berinteraksi membentuk suatu kehidupan.

Lingkungan dibagi menjadi 2 yaitu:
  • Lingkungan makro: suatu lingkungan yang berpengaruh secara umum atau regional
  • Lingkungan mikro : lingkungan yang paling dekat dengan tanaman secara potensial berpengaruh terhadap organ tersebut.
di dalam suatu ekosistem terdapat beberapa faktor yang dapat menurunkan tingkat suatu jumlah ekosistem yang sering disebut faktor pembatas, faktor-faktor itu antara lain:
temperatur; radiasi cahaya; air; lamanya penyinaran; kelembaban; garam-garam biogenik; arus dan tekanan; tanah; dan api.

Ditinjau dari komponen yang terdiri dari makhluk hidup atau bukan makhluk hidup lingkungan dibagi menjadi 2, yaitu:
  • lingkungan biotik
  • lingkungan abiotik
Adaptasi yang dapat dilakukan  tumbuhan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu
Adaptasi morfologi yaitu adaptasi tumbuhan dengan lingkungannya dengan cara menyesuaikan bentuk tubuhnya, contohnya pada bunga teratai,
Adaptasi fisiologi yaitu adaptasi tumbuhan dengan lingkungannya dengan cara menyesuaikan fungsi  dari struktur tubuhnya, contohnya pada kantong semar,
Adaptasi secara tingkah laku yaitu adaptasi yang dilakukan tumbuhan dengan cara menyesuaikan rangsangan yang mengenainya sehingga tumbuhan tersebut melakukan perilaku yang khas, contohnya yaitu pada putri malu.
Hasil Diskusi 
Pertanyaan: Apakah perbedaan adaptasi morfologi dan adaptasi fisiologi?apakah ada tumbuhan yang mempunyai 2 atau 3 adaptasi sekaligus?
Jawaban: adaptasi morfologi merupakan adaptasi yang lebih menekankan pada bentuk morfologinya untuk beradaptasi sedangkan kalau adaptasi fisiologis dilakukan tumbuhan dari segi tingkah laku dan biasanya difungsikan untuk melindungi diri.
Sangat jarang ditemukan tumbuhan memiliki 2 atau 3 adaptasi sekaligus, karena setiap tumbuhan mungkin memiliki adaptasi yang khas dari ketiga adaptasi tersebut.

Dari hasil presentasi dan diskusi kelompok 2 dapat disimpulkan bahwa setiap tumbuhan memiliki kemampuan adaptasi terhadap lingkungannya untuk saling berinteraksi. dari presentasi kelompk 2 ini saya mendapatkan sebuah refleksi diri terhadap kita semua "kalau tanaman bisa beradaptasi dengan lingkungannya untuk berinteraksi dengan berbagai macam adaptasi  walaupun lingkungan di sekitarnya berdampak buruk pada tanaman tersebut tetapi tanaman tersebut mampu memberikan sebuah tingkah yang menguntungkan bagi tanaman tersebut dan lingkungannya kenapa kita tidak mampu".^_^


Kamis, 24 November 2011

Ekologi Tumbuhan


Plant Ecology by Group 1

Presenter: Eko and Fauzi
Moderator: Hasan Ibrahim

Dari presentasi kelompok 1 yang melakukan presentasi pada tanggal 24 november 2011 dapat dibuat ringkasan sebagai berikut:

Ekologi tumbuan adalah ilmu yang mempelajari mengenai hubungan timbal balik antara tumbuhan dengan lingkungannya  serta antara kelompok – kelompok tumbuhan. kajian ekologi meliputi:

  • autekologi, yaitu suatu bagian ekoogi yang mempelajari suatu interaksi satu organisme dengan lingkungannya dan bersifat filosofi. 
  • sinekologi, yaitu suatubagian ekologi yang mempelajari interaksi elompok organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya dan bersifat eksperimental.
Adapun aspek pokok ekologi antara lain:   
  • Agronomi yang  mencangkup tentang cara pengelolaan tanaman  
  • Fisiologi tumbuhan yang mencakup tentang metabolisme yang ada di dalam tumbuhan
  • Klimatologi pertanian yang mencangkup iklim atau keadaan dalam lingkungan pertanian
Hasil Diskusi:
 

Pertanyaan 1: Bagaimana mempertahankan ekologi hutan yang stabil?
Jawaban: yaitu dengan cara: megontrol penebangan hutan; mengadakan reboisasi; memperketat penjagaan kawasan hutan dengan adanya polisi hutan; pemetaan hutan; memberikan edukasi kepada warga setempat dengan cara autovisual jika hutan bukan pada kawasan taman nasional.
 

Pertanyaan 2: Bagaimana mengontrol gulma agar tidak berlebihan?
Jawaban: menggunaan pestisida organik atau anorganik; menyiangi: menerapkan bagian studi ekologi yaitu menggunakan allelopati suatu tumbuhan yang bersifat toksik pada gulma.

dari hasil presentasi dan hasil diskusi kelompok 1 dapat disimpulkan bahwa pelunya mempelajari ekologi tumbuhan adalah sangat penting, karena kita mudah menerapkan secara langsung studi ini yang mengedepankan kelestarian suatu lingkungan...






Minggu, 02 Oktober 2011

Pengertian Autekologi dan Sinekologi

Autekologi dan sinekologi merupakan cabang dari ekologi. Menurut Onrizal, S.Hut., M.Si autekologi dan sinekologi memiliki penjelasan sebagai berikut:

  • Autekologi adalah bagian ekologi yang mempelajari suatu jenis organism yang berinteraksi dengan lingkungannya. Atau bagian ekologi yang mempelajari pengaruh suatu factor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya satu atau lebih jenis-jenis pohon. Contoh dari autekologi ini adalah penelitian tentang Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan jenis Shorea leprosula. Dan penelitian tentang Pengaruh mikoriza terhadap pertumbuhan jenis Pinus merkusii
  • Sinekologi adalah bagian ekologi yang mempelajari berbagai kelompok organism sebagai satu kesatuan yang saling berinteraksi antar sesamanya dan dengan lingkungannya dalam suatu daerah. Contoh dari sinekologi ini adalah penelitian tentang pengaruh keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi, struktur dan produktifitas hutan
 Review penelitian.:
agrisci.ugm.ac.id/vol11_2/no4_krisan.pdf.
penelitian diatas merupakan contoh dari autekologi, karena didalamnya terdapat suatu bagian ekologi yang mempelajari satu jenis organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya atau pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap tumbuh dan hidupnya suatu organisme tersebut.
pada penelitian diatas dijelaskan tentang "pengaruh intensitas cahaya dan kadar daminosida terhadap pertumbuhan tanaman krisan dalam pot" dapat disimpulkan bahwa:
1.Semakin tinggi intensitas cahaya semakin tinggi dan semakin banyak jumlah daun pada tumbuhan krisan. Intensitas cahaya tinggi berpengaruh terhadap aktivitas auksin pada meristem apikal. Apabila intensitas cahaya tinggi maka aktivitas auksin meningkat pula, sehingga mengakibatkan tanaman krisan tumbuh tinggi.
2Semakin tingginya kadar daminosida semakin terhambatnya tinggi tanaman krisan tersebut.hal ini disebabkan daminosida dengan kadar tinggi (500 ppm) pada tanaman krisan menghambat aktivitas enzim IAA-oksidase yang cukup besar, sehingga terjadi akumulasi auksin endogen yang cukup tinggi dalam tubuh tanaman, yang menyebabkan terjadi penekanan terhadap perkembangan tunas yang terlihat dari jumlah daun yang terbentuk.

dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tanaman krisan merupakan satu jenis organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya yang melibatkan faktor-faktor lingkungan seperti intensitas cahaya dan kadar daminosida, sehingga penelitian ini berbasis autekologi.



Rabu, 28 September 2011

Lestarikan Bunaken Negeriku

KOMPAS.com - Bunaken menjadi salah satu destinasi wisata utama di Manado, Sulawesi Utara. Namun, keindahan bahari wilayah ini tercoreng oleh masalah sampah yang belum juga teratasi. Masalah ini selain merusak ekosistem juga membuat Bunaken sulit bersaing dengan destinasi wisata bahari lain di Indonesia.
Roy Pangalila, Project Coordinator WWF di Manado menguraikan beberapa sebab akumulasi sampah di Bunaken. Ia mengatakan, letak Bunaken yang dekat sekali dengan pusat kota Manado, hanya 45 menit perjalanan, dengan sungai yang masuk ke Teluk manado menyebabkan sampah dari pulau utama mengalir terus dan mampir ke kawasan Bunaken.
"Selain itu, pola arus yang ada di semenanjung utara Sulawesi juga menjadi salah satu faktor penghantar sampah ke Bunaken. Tak heran, kadang-kadang sisa kayu dari Kalimantan juga ikut mampir ke Sulawesi," jelas Roy lewat pesan singkat yang dikirimkan ke Kompas.com hari ini (28/9/2011).
Faktor alam tersebut semakin diperkuat ketika manusia, dalam hal ini pemerintah daerah setempat, belum mampu mengelola sampah. Sampai saat ini, kata Roy, belum ada tempat pembuangan sampah akhir di Pulau Bunaken sehingga sulit untuk menampung sampah-sampah yang diproduksi turis dan warga sekitar.
Roy mengungkapkan, Dewan Pengelolaan TN Bunaken (DPNTB) sebagai badan kolaborasi yang telah menjalin kolaborasi dengan balai TN Bunaken selaku otoritas kawasan hanya mampu menyediakan budget 96 juta per tahun untuk mengatasi masalah sampah. Budget tersebut hanya mampu dipakai untuk mempekerjakan 10 orang.
Dengan keterbatasan tersebut, sulit untuk membersihkan sampah yang mengapung di laut. Pada angin barat, volume sampah di Bunaken sangat meningkat. Dengan keterbatasan sumber dana serta tenaga kerja, urusan sampah menjadi sangat sulit diatasi. Penambahan budget sulit dilakukan karena masih ada masalah illegal fishing yang harus dipantau juga.
Roy menguraikan, ada beberapa langkah yang harus ditempuh untuk melestarikan Bunaken. "Sinergitas program yang sustainable dan mendapatkan fully support dari pemda. Selama ini tak ada support budget dari pemda untuk mengelola kawasan ini. Perlu juga penegakan aturan main soal sampah. Pemko Manado sudah punya Perda sampah, tinggal perlu penegakannya," jelas Roy.
Langkah lain adalah diperlukan penataan lokasi perumahan sepanjang bantaran sungai yang mengalir dari hulu danau Tondano sehingga bisa mereduksi sampah yang masuk ke Teluk Manado. Terakhir, pemerintah daerah juga perlu membangun sistem pengelolaan sampah terpadu, termasuk di Bunaken.
Roy mengatakan, sejak lama sudah diupayakan agar pemerintah daerah mendukung pengelolaan sampah. Namun, kalangan setempat baru sibuk setelah  ada artikel Bunaken muncul di majalah Times. Menurut Roy, perlu lebih dari sekedar kesadaran untuk bisa melestarikan Bunaken.