Rabu, 28 September 2011

Lestarikan Bunaken Negeriku

KOMPAS.com - Bunaken menjadi salah satu destinasi wisata utama di Manado, Sulawesi Utara. Namun, keindahan bahari wilayah ini tercoreng oleh masalah sampah yang belum juga teratasi. Masalah ini selain merusak ekosistem juga membuat Bunaken sulit bersaing dengan destinasi wisata bahari lain di Indonesia.
Roy Pangalila, Project Coordinator WWF di Manado menguraikan beberapa sebab akumulasi sampah di Bunaken. Ia mengatakan, letak Bunaken yang dekat sekali dengan pusat kota Manado, hanya 45 menit perjalanan, dengan sungai yang masuk ke Teluk manado menyebabkan sampah dari pulau utama mengalir terus dan mampir ke kawasan Bunaken.
"Selain itu, pola arus yang ada di semenanjung utara Sulawesi juga menjadi salah satu faktor penghantar sampah ke Bunaken. Tak heran, kadang-kadang sisa kayu dari Kalimantan juga ikut mampir ke Sulawesi," jelas Roy lewat pesan singkat yang dikirimkan ke Kompas.com hari ini (28/9/2011).
Faktor alam tersebut semakin diperkuat ketika manusia, dalam hal ini pemerintah daerah setempat, belum mampu mengelola sampah. Sampai saat ini, kata Roy, belum ada tempat pembuangan sampah akhir di Pulau Bunaken sehingga sulit untuk menampung sampah-sampah yang diproduksi turis dan warga sekitar.
Roy mengungkapkan, Dewan Pengelolaan TN Bunaken (DPNTB) sebagai badan kolaborasi yang telah menjalin kolaborasi dengan balai TN Bunaken selaku otoritas kawasan hanya mampu menyediakan budget 96 juta per tahun untuk mengatasi masalah sampah. Budget tersebut hanya mampu dipakai untuk mempekerjakan 10 orang.
Dengan keterbatasan tersebut, sulit untuk membersihkan sampah yang mengapung di laut. Pada angin barat, volume sampah di Bunaken sangat meningkat. Dengan keterbatasan sumber dana serta tenaga kerja, urusan sampah menjadi sangat sulit diatasi. Penambahan budget sulit dilakukan karena masih ada masalah illegal fishing yang harus dipantau juga.
Roy menguraikan, ada beberapa langkah yang harus ditempuh untuk melestarikan Bunaken. "Sinergitas program yang sustainable dan mendapatkan fully support dari pemda. Selama ini tak ada support budget dari pemda untuk mengelola kawasan ini. Perlu juga penegakan aturan main soal sampah. Pemko Manado sudah punya Perda sampah, tinggal perlu penegakannya," jelas Roy.
Langkah lain adalah diperlukan penataan lokasi perumahan sepanjang bantaran sungai yang mengalir dari hulu danau Tondano sehingga bisa mereduksi sampah yang masuk ke Teluk Manado. Terakhir, pemerintah daerah juga perlu membangun sistem pengelolaan sampah terpadu, termasuk di Bunaken.
Roy mengatakan, sejak lama sudah diupayakan agar pemerintah daerah mendukung pengelolaan sampah. Namun, kalangan setempat baru sibuk setelah  ada artikel Bunaken muncul di majalah Times. Menurut Roy, perlu lebih dari sekedar kesadaran untuk bisa melestarikan Bunaken.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar